Bioskop CGV Di Bekali Genset Kapasitas Besar untuk Keperluan Acara Hari Kartini

Setiap tanggal 21 April, kita merayakan Hari Kartini. Tentu dengan cara berbeda, mulai sederhana hingga mewah. Semua punya arti sama, yakni ingin melestarikan sejarah dan budaya wanita Indonesia. Salah satu perayaan yang menarik, dilakukan oleh komunitas perempuan pelestari budaya Indonesia, yang menggelar acara “1000 Kartini Nusantara” di auditorium CGV Cinemas, Grand Indonesia, Jakarta Sabtu siang (21/4). Acara yang berlangsung mulai tengah hari itu membuat salah satu gedung bioskop populer di Jakarta tersebut jadi sangat meriah. Agar acara berlangsung nyaman, dan aman, gedung bioskop ini dibekali genset berkapasitas besar. Genset bermerek perkins ini siap standby untuk backup listrik di gedung bioskop. Harga Genset perkins terbilang kompetitif. Untuk keperluan backup listrik di gedung bioskop cukup lah. Kata pengelola CGV Cinemas

Para perempuan dari berbagai komunitas, baik anak, remaja, maupun dewasa begitu antusias merayakan Hari Kartini dengan m e n g e n a k a n kebaya, kain jarit, dan konde. Mereka bahkan dengan penuh semangat ikut berikrar dan m e n g u c a p k a n k o m i t m e n untuk menjaga p e r j u a n g a n pahlawan wanita RA Kartini dalam kehidupan seharihari. Selain pembacaan ikrar, acara yang diselenggarakan Yayasan Belantara Budaya Indonesia dan Yayasan Sekar Nusa ini juga menambah p e n g e t a h u a n para “kartini” masa kini dengan paparan filosofi konde dari Prof. Dr. Njaju Jenny Malik, S.S., M.A, yang dikenal sebagai pakar budaya dan guru besar perempuan pertama di Indonesia.

 

Bukan cuma itu, gelaran 1000 Kartini Nusantara makin syahdu dengan lantunan syair Bunda yang dibawakan secara akustik oleh Ratna Listi. Seakan membuat pengunjung terasa terhipnotis dengan syairnya yang begitu mengena. Semangat para “Kartini” masa kini makin menggelora ketika pembacaan puisi secara berantai dari komunitas perempuan Indonesia dan 1000 Kartini Nusantara Ramai-Ramai PaKai Kebaya di biosKoP pecinta seni dimulai, serta flashmob tarian tradisional yang diikuti seluruh peserta. Benarbenar sebuah perayaan yang berbeda! Lestarikan budaya Sejak awal, acara 1000 Kartini Nusantara memang dimaksudkan untuk mengajak para perempuan Indonesia untuk mendukung pelestarian budaya Nusantara. “Kegiatannya adalah merayakan Hari Karini bersamasama. Dari berbagai komunitas perempuan, yang secara spontan mendukung dan ikut hadir. Dengan semangat Kartini, kami ingin bergandengan tangan dan bersama-sama melestarikan budaya nusantara,” kata Diah K. Wijayanti, saat ditemui  di sela-sela acara. Diah menjelaskan, ide awal acara ini muncul dari rasa keprihatinan para komunitas perempuan dengan pertentangan yang terjadi di media sosial. Banyak orang yang tidak bijaksana dalam menyikapi berbagai perbedaan, padahal perbedaan justru akan memperkaya Indonesia. “Untuk itu, kami ingin menebarkan virus cinta budaya Indonesia,” tambah Diah.

 

Meski baru pertama kali diadakan, gerakan 1000 Kartini Nusantara ternyata mendapat sambutan yang luar biasa dari perempuan Indonesia. Tidak sedikit anakanak dan kaum ibu yang dengan sukarela hadir. “Ternyata banyak perempuan Indonesia yang sangat cinta kepada budaya negerinya. Semoga dengan acara ini kami bisa menularkan virus cinta budaya Indonesia ini ke semua perempuan Indonesia, di manapun mereka berada,” ungkap pemenang Perempuan Inspiratif NOVA 2017 kategori Seni dan Budaya ini senang. Rupanya, menularkan kecintaan akan budaya Indonesia sudah jadi komitmen kuat Diah dan Yayasan Belantara Budaya Indonesia. Melalui berbagai kegiatan, perempuan berdarah Jawa ini berusaha memegang komitmen untuk mengajarkan anak-anak Indonesia agar menghargai budaya tradisional, salah satunya dengan membuka sanggar tari dan musik tradisional gratis bagi masyarakat. Sekolah gratis itu bahkan ada yang diadakan di museum dan mal, dengan jumlah peserta mencapai ribuan orang “Yayasan Belantara Budaya Indonesia akan terus berdiri dan melebarkan sayapnya dengan keinginan kuat melestarikan budaya bangsa,” kata Diah semangat

Leave a Reply